Surat Sekawan Untuk Karno Langsung ke konten utama

Surat Sekawan Untuk Karno


Karno
Mungkin sekarang
Kau sedang mencangkul sawah
Yang bukan milikmu
Atau mungkin . . .
Lagi mencari ranting kering
Buat mengasapi dapur emakmu

Karno
Masihkah khayalanku tak salah
Bukankah sawah itu tak lagi tumbuh padi
Bukankah ladang perumahan telah menutupi tanah subur itu
Orang-orangan dari pelepah pisang
Yang katamu seperti aku kalau tertawa
Tak lagi kau buat
Tali-tali melintang pengusir burung
Tak lagi bergoyang

Karno
Kemana kamu mencari selembar kertas
Untuk nyala api dapur emakmu
Di sinikah ?
Di antara pohon-pohon beton dan baja yang menjulang
Dan kaca-kaca yang memantulkan wajah-wajah dingin
Tak peduli siapa kamu

No
Bukan tanah berlumpur
Berwarna coklat yang kau injak
Atau gesekan daun bambu
Melagukan nyanyian alam
Bukan lagi wangi ampo
Saat hujan meneteskan airnya

No
Jangan biarkan dirimu
Seperti wajah-wajah dalam kaca
Dan kulitmu menghitam
Di makan udara kotor legam

Karno
Adakah kau kembali
Dengan cangkul di pundak
Bertelanjang kaki
Di atas tanah coklat berlumpur

Reza Prama Arviandi - 2012

* Ditulis kemudian dideklamasikan di Gedung Arif Rahman Hakim, Dramaga, IPB pada 30 September 2012

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Startup di Bidang Kontruksi Sipil? Mungkinkah?

Kita melihat dunia dekade ini semakin cepat, semakin maju, dan semakin inovatif. Salah satu motor metrik yang dapat kita perhatikan yaitu lewat semakin menjamurnya startup teknologi yang mulai mendisrupsi model bisnis dari para pemain lama. Salah satu contoh di dunia adalah keberadaan Uber yang menghilangkan sebagian pasar dari taksi konvensional, AirBnB yang merebut pasar kamar hotel pinggir jalan, dan Amazon yang menghentak publik lewat toko mayanya yang mengambil hati para ibu-ibu, anak-anak, serta bapak-bapak yang membutuhkan kebutuhan sehari-hari. Tidak perlu jauh sebenarnya, di Indonesia kita melihat bagaimana Traveloka dengan lini bisnis utama yaitu penjualan tiket kereta dan pesawat menebas pasar agen tiket fisik yang menjamur di pusat-pusat kota. Selain itu e-commerce semacam Bukalapak dan Tokopedia disadari atau tidak mematikan pasar dari toko fisik besar macam mall dan pusat perbelanjaan.

Aktivitas terdisrupsi atau mendisrupsi yang dikenalkan oleh Christensen (1997) telah …

Berkemahasiswaan dan Berhimpun: Sejarah Singkat, Tantangan, dan HMS

BEKEMAHASISWAAN DAN BERHIMPUN: SEJARAH SINGKAT, TANTANGAN, DAN HMS
Oleh: Reza Prama Arviandi
15015041

Mahasiswa adalah seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Di dalam struktur pendidikan di Indonesia mahasiswa memegang status pendidikan tertinggi diantara yang lain (Balai Bahasa, 2013). Selain itu menurut Knopfemacher (Sarwono, 1978), seorang mahasiswa haruslah siap untuk menjadi calon intelektual muda. Mahardhika Zein (HMS ITB 2012) dalam seminar tentang kemahasiswaan di hari pertama Kaderisasi Pasif HMS ITB 2015 memaparkan bahwa seorang mahasiswa yang ideal haruslah memiliki 3 poin yang menurut Bung Hatta (1950) sangatlah krusial. Poin itu yaitu memiliki keinsyafan dalam kesejahteraan masyarakat, cakap dalam memangku jabatan, dan cakap menguasai IPTEK.

Begitu pentingnya arti mahasiswa maka mucullah apa yang disebut dengan kemahasiswaan. Mahardhika Zein memberikan kesempatan kepada mahasiswa sipil ITB 2015 untuk memberi pendapat tentang kemahasiswaan. Dari seluruh pernyataan ya…

Dilema Energi Terbarukan: Pertamina vs PLN

Ceritanya beberapa bulan lalu lagi kumpul dengan alumni. Alumni yang saya maksud yaitu alumni ITB yang kok bisa bisanya berasal dari kota kelahiran tercinta yang jumlah sangat sedikit, Ponorogo. Salah satu cerita yang sangat berkesan yaitu tentang perkembangan bisnis dua raksasa BUMN di Indonesia di masa sekarang. Saya sebut raksasa mungkin untuk menggambarkan begitu perkasanya mereka di masa lalu. Dua raksasa BUMN itu adalah PLN dan Pertamina.

Sebelum abad 21 dimulai di tahun 2000, seringkali kita melihat dan mendengar betapa sejahteranya menjadi buruh intelektuil di kedua korporat tersebut, khususnya Pertamina. Jadi seorang fresh graduate gaji pokoknya di masa itu katanya bisa sama dengan pejabat eselon II di provinsi, yang tentu diraih belasan atau puluhan tahun. Menjadi seorang karyawan, syukur-syukur punya jabatan agak tinggi disitu, menjadi rebutan banyak orang atau para lulusan perguruan tinggi manapun.

Kedua korporasi tersebut, PLN dan Pertamina, memang mempunyai lini bisnis …