Ngobrol Ringan Kastrat HMS 2017 Demisioner Langsung ke konten utama

Ngobrol Ringan Kastrat HMS 2017 Demisioner

Keberadaan suatu bidang kerja dalam satu komunal yang sudah mempunyai nilai dan sejarah yang panjang haruslah diteruskan dengan merasakan serta memaknai perjalaan para demisioner yang sudah bekerja maksimal dalam satu periode kepengurusan.Komunal bernama HMS ITB mempunyai bidang kerja yang bernama Departemen Kajian dan Aksi Strategis, selanjutnya akan disebut dengan Kastrat. Kastrat HMS ITB sebagai sendi kajian dan wajah kepekaan serta kekritisan mahasiswa sipil ITB. Kastrat HMS ITB 2017 digawangi oleh Bos Arif dan Bos Zuhri, HMS 2014.

Kastrat HMS ITB periode 2017 ini diwarnai oleh ditunjuknya KM ITB sebagai Koordinator Isu Infrastruktur untuk BEM SI. Oleh karena itu, Kastrtat HMS ITB berada dibawah bidang Eksternal dari struktur organogram HMS ITB. Selain itu beban sterotype massa kampus yang menyebut bahwa sejarah Kastrat HMS di massa lampau membawa nama HMS sebagao komunal bernama himpunan kajian. Didasari oleh budaya himpunan yang selalu membawa kajian dan sistematika sistem suatu hal yang akan dilakukan. Pendeknya segala hal yang akan dilakukan HMS harus melewati audiensi massa yang dilakukan secara parsial per angkatan atau seluruh anggota HMS. Tantangan lain dari periode ini adalah tekanan berat dari internal yang menginkan Kastrat lebih dalam dan semarak di dalam HMS serta eksternal yang mau menampilkan kajian infrastruktur yang lebih mantap sebagai garda terdepan KM ITB yang punya sejarah pendidikan infrastruktur hampir seabad.

Kastrat HMS hadir lewat 10 proker yang dibawa ketika audiensi. Proker tersebut yaitu roasmap isu, kanal kajian internal departemen, kajian massa hms, kajian kolaboratif, propaganda, buku putih kastrat, agent of class, kastrat go public, hms bersikap, dan papan berpikir. Begitu banyak proker yang dipersiapkan ternyata realita di lapangan tidak sebanding lurus. Salah satu masalah yang ada yaitu SDM di Kastrat bahkan jauh tidak mencukupi kebutuhan minimal apalagi optimal bahkan maksimal, dari kebutuhan minimal 8 orang hanya tercapai 5 orang. 2 dari 5 orang tersebut bahkan close rec dari waktu sebelumnya. Selain itu staff yang punya kesibukan yang lebih dan kurang tercerdaskan akan hal tentang Kastrat membuat tanggungjawab ketua dan wakil ketua departemen menjadi lebih berat.

Sepanjang 2017 Kastrat HMS mengawal setidaknya 3 isu sebagai koordinator isu infrastruktur di KM ITB, 3 isu tersebutu antara lain yaitu isu reklamasi, isu kereta cepat dan isu inovasi beton konvensional. Lewat ketiga isu tersebut beban kerja departemen masih terasa berat karena persoalan internal belum bisa diselesaikan sampai akhir perjalanan kepengurusan. Ditambah beban akademik serta hal lain di semester yang 7 yang merupakan salah satu semester paling berat di program studi Teknik Sipil ITB.

Demisioner menitipkan banyak hal yang berkaitan ide-ide yang belum terselesaikan tersebut ke penerusnya, kami. Hal yang pertama yang perlu segera dibereskan adalah bagaimana mengatur SDM massa HMS yang sudah jauh dari kegiatan kajian ini. Hal kedua yaitu bagaimana menunjukkan ke massa luar HMS ITB bahwa kepekaan atas isu sebagai bentuk eksistensi mahasiswa sipil ITB masih dinanti-nantikan. Ketiga yaitu bagaimana membuat produktif sektor kajian baik dari segi intensitas maupun kualitas didalamnya. Sehingga apapun yang keluar dari Kastrat HMS mampu memenuhi atensi publik dan terarsipkan dengan baik serta membahagiakan. Keempat yaitu membuat Kastrat HMS ini menjadi bagian yang punya nilai jual lebih ke massa lain, walaupun tanggung jawab akademik dirasa semakin berat setiap bertambahnya semester akademik massa. Yang terakhir yaitu bagaimana Kastrat HMS mampu menjawab tujuan HMS itu sendiri dan membentuk karakter anggotanya menjadi manusia unggul di masa depan.


Catatan Tambahan

Saat LPJ Departemen Kastrat dilaksanakan kemarin, Jumat, 9 Februari 2018, begitu banyak evaluasi serta pembelajaran yang berkesimpulan bahwa Kastrat harus bisa bergerak lebih luwes, terstruktur, tersistematis, serta tidak kehilangan esensi atas keberadaannya. Maka persiapan panjang dan serius wajib dilakukan oleh siapapun (saya sendiri tentunya) untuk Kastrat HMS 2018. Pembahasan satu departemen Kastrat sampai menghabiskan 2 kali waktu departemen biasa. Hal ini bukan penghakiman namun memang inilah esensi dari LPJ yang mempunyai kepanjangan Laporan Pertanggung Jawaban. Suatu hal yang harus menjadi cambuk untuk kepengurusan selanjutnya. Mohon doa semoga Allah Tuhan Semesta Alam memudahkan kami. Tabik.

Dokumentasi ngobrol santai

Ngorbrol santai dengan Mas Arif alias Gus Arif di BSC A

Poster LPJ

Rame evaluasi pas di LPJ jadi gak sempet fotoin

Fakta lain

Mas Arif ternyata sudah dipinang di tempat lain yang lebih tinggi

Diskusi pra Kastrat

Siang itu di lantai bawah sekre HMS ITB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Startup di Bidang Kontruksi Sipil? Mungkinkah?

Kita melihat dunia dekade ini semakin cepat, semakin maju, dan semakin inovatif. Salah satu motor metrik yang dapat kita perhatikan yaitu lewat semakin menjamurnya startup teknologi yang mulai mendisrupsi model bisnis dari para pemain lama. Salah satu contoh di dunia adalah keberadaan Uber yang menghilangkan sebagian pasar dari taksi konvensional, AirBnB yang merebut pasar kamar hotel pinggir jalan, dan Amazon yang menghentak publik lewat toko mayanya yang mengambil hati para ibu-ibu, anak-anak, serta bapak-bapak yang membutuhkan kebutuhan sehari-hari. Tidak perlu jauh sebenarnya, di Indonesia kita melihat bagaimana Traveloka dengan lini bisnis utama yaitu penjualan tiket kereta dan pesawat menebas pasar agen tiket fisik yang menjamur di pusat-pusat kota. Selain itu e-commerce semacam Bukalapak dan Tokopedia disadari atau tidak mematikan pasar dari toko fisik besar macam mall dan pusat perbelanjaan.

Aktivitas terdisrupsi atau mendisrupsi yang dikenalkan oleh Christensen (1997) telah …

Berkemahasiswaan dan Berhimpun: Sejarah Singkat, Tantangan, dan HMS

BEKEMAHASISWAAN DAN BERHIMPUN: SEJARAH SINGKAT, TANTANGAN, DAN HMS
Oleh: Reza Prama Arviandi
15015041

Mahasiswa adalah seseorang yang belajar di perguruan tinggi. Di dalam struktur pendidikan di Indonesia mahasiswa memegang status pendidikan tertinggi diantara yang lain (Balai Bahasa, 2013). Selain itu menurut Knopfemacher (Sarwono, 1978), seorang mahasiswa haruslah siap untuk menjadi calon intelektual muda. Mahardhika Zein (HMS ITB 2012) dalam seminar tentang kemahasiswaan di hari pertama Kaderisasi Pasif HMS ITB 2015 memaparkan bahwa seorang mahasiswa yang ideal haruslah memiliki 3 poin yang menurut Bung Hatta (1950) sangatlah krusial. Poin itu yaitu memiliki keinsyafan dalam kesejahteraan masyarakat, cakap dalam memangku jabatan, dan cakap menguasai IPTEK.

Begitu pentingnya arti mahasiswa maka mucullah apa yang disebut dengan kemahasiswaan. Mahardhika Zein memberikan kesempatan kepada mahasiswa sipil ITB 2015 untuk memberi pendapat tentang kemahasiswaan. Dari seluruh pernyataan ya…

Dilema Energi Terbarukan: Pertamina vs PLN

Ceritanya beberapa bulan lalu lagi kumpul dengan alumni. Alumni yang saya maksud yaitu alumni ITB yang kok bisa bisanya berasal dari kota kelahiran tercinta yang jumlah sangat sedikit, Ponorogo. Salah satu cerita yang sangat berkesan yaitu tentang perkembangan bisnis dua raksasa BUMN di Indonesia di masa sekarang. Saya sebut raksasa mungkin untuk menggambarkan begitu perkasanya mereka di masa lalu. Dua raksasa BUMN itu adalah PLN dan Pertamina.

Sebelum abad 21 dimulai di tahun 2000, seringkali kita melihat dan mendengar betapa sejahteranya menjadi buruh intelektuil di kedua korporat tersebut, khususnya Pertamina. Jadi seorang fresh graduate gaji pokoknya di masa itu katanya bisa sama dengan pejabat eselon II di provinsi, yang tentu diraih belasan atau puluhan tahun. Menjadi seorang karyawan, syukur-syukur punya jabatan agak tinggi disitu, menjadi rebutan banyak orang atau para lulusan perguruan tinggi manapun.

Kedua korporasi tersebut, PLN dan Pertamina, memang mempunyai lini bisnis …