perspektif lain Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2017

Masyarakat bagian dari Saya, Otokritik Pengabdian Masyarakat

Berapa banyak kegiatan berlabel pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa sesuai amanat dari pendahulu negeri?
Menurut artikel berjudul "Meretas Fungsi Tradisional Universitas" oleh Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo memberikan pandangan bahwa asal-usul sosial, wujud, bentuk, dan hakikat pengabdian kepada masyarakat oleh perguruan tinggi di Indonesia sampai sebagian besar dilembagakan etitasnya haruslah dilihat perjalanannya lewat ketentuan undang-undang, sejarah yang berjalan, telaah filosofis dan praktik di lapangan yang dilakukan oleh perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang awalnya berfokus terhadap kegiatan akademik belajar-mengajar dalam ruang kecil bernama kuliah berkembang sesuai perkembanganan zaman dengan mulai ikut fokus kepada hal berkaitan penelitian. Namun, akibat pergolakan di sebelum sampai awal kemerdekaan yang menjadikan para intelektual muda kampus keluar dari ruang kecil kuliahnya untuk membantu pergerakan dan pemertahanan kemerdakaan, maka munculla…

Tidak Mau Menjadi Seorang Pemimpin

Sejarah mencatatkan penanya bahwa saya pertama kali memimpin sekumpulan orang dengan tujuan yang sama serta berada di ranah formal yaitu ketika menjadi ketua kelas sewaktu TK.
Wah, kok TK sih, nggak menarik bangetYap, walaupun tugasnya hanya seremeh temeh untuk memimpin doa, menyiapkan baris sebelum masuk kelas, serta memimpin rombongan saat berkegiatan outdour diluar sekolah, saat itu suara saya dan apapun yang saya lakukan selalu di Sami'na Wa Atho'na oleh semua orang di belakang saya, bahkan termasuk gurunda tercinta saya. Namun hal tersebut jelas sangat membuat saya pede dan woles aja ketika disuruh untuk berbicara kedepan serta memberikan pandangan untuk sesuatu hal.

Hal tersebut berlanjut ke jenjang sekolah dasar. Ini disebabkan juga karena sebagian anak TK saya sebelumnya masuk ke SD yang sama dengan saya. Saya terpilih kembali menjadi seorang ketua kelas dari kelas 2 sampai kelas 6. Ketika di kelas 7-9 SMP dan 10-11 SMA hal tersebut terjadi lagi dengan pola yang mirip…

Dilema Energi Terbarukan: Pertamina vs PLN

Ceritanya beberapa bulan lalu lagi kumpul dengan alumni. Alumni yang saya maksud yaitu alumni ITB yang kok bisa bisanya berasal dari kota kelahiran tercinta yang jumlah sangat sedikit, Ponorogo. Salah satu cerita yang sangat berkesan yaitu tentang perkembangan bisnis dua raksasa BUMN di Indonesia di masa sekarang. Saya sebut raksasa mungkin untuk menggambarkan begitu perkasanya mereka di masa lalu. Dua raksasa BUMN itu adalah PLN dan Pertamina.

Sebelum abad 21 dimulai di tahun 2000, seringkali kita melihat dan mendengar betapa sejahteranya menjadi buruh intelektuil di kedua korporat tersebut, khususnya Pertamina. Jadi seorang fresh graduate gaji pokoknya di masa itu katanya bisa sama dengan pejabat eselon II di provinsi, yang tentu diraih belasan atau puluhan tahun. Menjadi seorang karyawan, syukur-syukur punya jabatan agak tinggi disitu, menjadi rebutan banyak orang atau para lulusan perguruan tinggi manapun.

Kedua korporasi tersebut, PLN dan Pertamina, memang mempunyai lini bisnis …

Startup di Bidang Kontruksi Sipil? Mungkinkah?

Kita melihat dunia dekade ini semakin cepat, semakin maju, dan semakin inovatif. Salah satu motor metrik yang dapat kita perhatikan yaitu lewat semakin menjamurnya startup teknologi yang mulai mendisrupsi model bisnis dari para pemain lama. Salah satu contoh di dunia adalah keberadaan Uber yang menghilangkan sebagian pasar dari taksi konvensional, AirBnB yang merebut pasar kamar hotel pinggir jalan, dan Amazon yang menghentak publik lewat toko mayanya yang mengambil hati para ibu-ibu, anak-anak, serta bapak-bapak yang membutuhkan kebutuhan sehari-hari. Tidak perlu jauh sebenarnya, di Indonesia kita melihat bagaimana Traveloka dengan lini bisnis utama yaitu penjualan tiket kereta dan pesawat menebas pasar agen tiket fisik yang menjamur di pusat-pusat kota. Selain itu e-commerce semacam Bukalapak dan Tokopedia disadari atau tidak mematikan pasar dari toko fisik besar macam mall dan pusat perbelanjaan.

Aktivitas terdisrupsi atau mendisrupsi yang dikenalkan oleh Christensen (1997) telah …

Why Young Potential Leader Must Have a Courage?

A leader must have the ability to be brave. Boldness is one aspect that has been known to humans since tens of thousands of years ago. At that time leaders with high courage were associated with the paliing physical strength of the masters who would become king. However, it turns out that physical strength in the present is not the most important thing to dare to be a leader. Courage to appear not only physical but must also strong mentally.

Courage that has to be fertilized since youth. It has provided a path capable of getting a potential leader out of the nation from colonialism in the past. In Indonesia we know the Founding Father Soekarno, Tan Malaka, and Bung Tomo. Soekarno as the father of the nation could not be able to liberate the Indonesian nation from the clutch of Dutch colonialism if not dare to fight through the struggle of diplomacy and physical “gerilya”.Tan Malaka as the originator of the name of Indonesia in the international world must use courage to show the birt…

Melihat Jauh ke dalam Bumi, Melihat Terowongan Gotthard Swiss

Puluhan tahun sebelum Masehi, seorang komandan dari Afrika mampu melintasi pegunungan Alpen yang dikenal ganas. Pegunungan Alpen adalah deretan dataran tertinggi di Eropa hingga saat ini. Komandan tersebut bernama Carthage, sering disebut dalam peradaban Afrika kuno. Terinspirasi oleh kisah tersebut, para insinyur terbaik Swiss di masa kini mencoba untuk meniru semangat tersebut. Akhirnya di tahun 2016, mereka telah menuntaskan mahakarya proyek terowongan bawah tanah yang menembus dasar pegunungan Alpen di Swiss.

Terowongan kereta bawah tanah ini bernama Gotthard Base Tunnel. Mempuyai rel kereta sepanjang 150 km, 53.8 km diantaranya merupakan terowongan bawah tanah. Selain itu terowongan ini mempunyai kedalaman rel sedalam 2.3 km. Kedua data tersebut menjadikan Gotthard Base Tunnel merupakan terowongan kereta api terpanjang, sekaligus terdalam dalam sejarah umat manusia. Terowongan Gotthard berhasil mengalahkan Terowongan Channel yang menghubungkan antara Inggris dan Perancis dengan …

menahan diri

sudah berapa status atau tulisan yang sudah anda baca seharian ini?

beberapa dari kita yang sering menyibukkan diri untuk menyelam ke jagat sosial media memang senang sekali untuk membaca kehidupan dunia maya. kehidupan yang kadang kala bisa jauh sangat berbeda dengan kehidupan nyata yang kita alami setiap hari. kehidupan yang membebaskan kita untuk bertemu dengan pribadi yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. kehidupan yang membawa kita menembus ideologi atau tembok jarak tiga dimensi yang kita kenal sampai saat ini. kehidupan yang saat ini menyebabkan kita lebih sering untuk peduli kepada hal-hal yang tidak jarang sangat tidak penting untuk kita pedulikan.

sosial media telah membuat kita yang sebelumnya adem ayem, tenang, dan senang berbagi kebahagiaan kepada orang lain sekitar kita menjadi kita yang panik, serba tidak fokus, dan tidak husnudzon terhadap apa yang terjadi di depan. memang tidak semua hal, namun banyak mana antara hal yang membuat kita menjadi pribadi yang lebi…

surga pikiran kita

di dunia, surga bisa kita ciptakan lewat pikiran

neraka pun begitu

pikiran punya segalanya

Unanswered

Dalam suatu waktu saya sering sekali bertanya, mengapa saya mendapatkan A padahal saya sebenarnya sangat menginginkan B.Dalam suatu waktu saya kembali bertanya, seandainya B saya kenyataan yang saya dapat, takdir apalagi yang menghampiri saya untuk mengulang atau meng-overloop decision making saya terhadap permasalahan selanjutnya.Dalam suatu waktu saya membayangkan dengan jelas, bagaimana bentuk seluruh flowchart kerja seluruh pengambilan keputusan dari satu individu berakibat kepada individu yang lain. Apakah bentuknya seperti lingkaran-lingkaran yang saling bertumpukan satu sama lain atau malah berbentuk garis dengan menyambung antara satu dots ke dots yang lain atau malah bentuk abstrak yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya.Satu hal yang pasti bahwa selalu ada pihak ketiga, keempat, dan seterusnya yang menjadikan flowchart hidup setiap makhluk hidup nggak lurus-lurus amat. Semakin banyak disenggol oleh variabel lain garis-garis hidup manusia bakal semakin jauh range-nya. Man…

Melemahkan Salah Satu Bagian Untuk Memperkuat Satu Kesatuan

Salah satu logika sederhana yang berkaitan dengan dunia ketekniksipilan yaitu melemahkan salah satu bagian untuk memperkuat satu kesatuan bangunan. Melemahkan disini tidak bisa dimaknai sebagai usaha untuk memperkecualikan beberapa titik untuk memaksimalkan titik lainnya. Namun memperhitungkan untuk memilih mana yang paling lemah dari seluruh bagian yang sudah diusahakan untuk dioptimasi.

Contoh nyata dan sudah diterapkan dalam banyak kasus sipil yaitu memilih kekuatan balok (bagian horizontal yang bakal melendut akibat beban transversal) untuk lebih lemah daripada kekuatan bagian struktur lain khususnya kekuatan kolom (bagian vertikal untuk menahan beban aksial, orang awam kadang menyebutnya sebagi tiang dll, ehehe).

Kasus-kasus gedung runtuh dengan waktu yang relatif cepat (sehingga manusia yang berada di dalam gedung tersebut terjebak dan tidak bisa menyelamatkan diri) di masa lalu memberikan pelajaran penting. Pelajaran itu yaitu ketika kita mengabaikan untuk memilih bagian yang…